Fase Dalam Bermain Golf

swing“Kalau tau enak gini, dari dulu saya bermain Golf.” Kira kira seperti itu yang sering saya denger di lapangan. Dari orang yang lebih tua, bahkan mereka yang seumuran saya. Golf ini olah raga unik. Dia merefleksi diri anda dengan sejujur2nya. Anda tidak bisa berbohong dalam permainan Golf. Hanya dengan 18 Holes, Anda bisa mengenal seseorang seperti anda mengenalnya bertahun2. Aneh memang. Golf seolah2 memilih pemainnya sendiri. Mereka yang licik, culas atau tidak percaya diri, tidak akan bertahan lama dipermainan ini. Golf mengajarkan anda bersabar. Mengajarkan anda untuk menerima kenyataan. Mengajarkan anda untuk menjadi dewasa. Karena menurut saya, Golf adalah olah raga yang di buat untuk melawan diri anda sendiri.

Btw, saya bukan dari keluarga yang kaya raya sehingga bisa bermain Golf sejak kelas 3 SD. Orang tua saya tidak pernah menyuruh atau memaksa saya untuk bermain Golf. Pada waktu itu, lapangan Golf adalah salah satu fasilitas yang diberikan oleh tempat orang tua saya berkerja. Saya hanya salah satu orang yang beruntung untuk bisa memanfaatkan-nya.

Jadi Golf, IMHO, terbagi atas 3 fase. Para pemain Golf biasanya akan tersaring dalam waktu 3 tahun. Apabila anda ingin bermain Golf, 3 tahun pertama adalah masa kritikal anda. Dan berikut ini adalah fase yang harus anda jalani untuk bener2 menyukai dan menikmati permainan Golf…

Flight C

Saya menyebutnya Flight C karena disinilah mereka para handicap 20+ berkumpul. Hal yang biasanya mereka bicarakan adalah jarak pukulan dan alat alat yang berhubungan dengan Golf. Saya pribadi berada sangat lama di Flight C ini. Mungkin karena pada waktu itu saya belum mempunyai stik sendiri, dan masih didalam tahap iseng2 aja bermain Golf. Dan saya masih SD pada waktu itu. Di Flight ini juga saya pertama kali ikut Tournament Golf. Berharap bisa bawa hadiah seperti yang orang tua saya lakukan setiap minggu. Kalau saya tidak salah, saya berada di Flight ini dari kelas 3 SD sampai dengan kelas 2 SMP. 5 tahun lebih hihihi,..

Selain jarak pukulan dan alat alat Golf, mereka yang di zona ini juga mencari kesempurnaan dalam pukulan. Sempurna seperti yang mereka lihat para pemain Professional di TV. Mereka menolak kenyataan kalau mereka adalah pemain yang minim pengalaman. Nggak bisa di salahin juga seh,.. Mereka belum menganggap permainan Golf sebagai olah raga untuk melawan diri sendiri. Yah singkat kata, mereka semua masih pemula,..

Saran saya untuk mereka yang berada di Fase ini adalah cari pelatih untuk swing anda. Dan nikmati permainan Golf ini dilapangan Golf yang sebenarnya. Bangun Muscle Memory anda secara bertahap. Dan mantapkan tempo swing anda.

Flight B

Waktu berjalan dan pengalaman bertambah. Anda pun berkumpul dengan mereka yang ber-handicap 10+. Saya berada di Flight ini dari kelas 3 SMP sampai dengan 1 SMU. Kurang lebih 2 tahun. Mereka yang berada di zona ini udah mulai mau mendengarkan dan menerapkan saran dari pemain yang lain. Anda udah mulai menghitung jumlah pukulan anda setiap hole. Anda mulai bisa memperbaiki swing anda ketika dalam tekanan berkompetisi. Udah mulai melirik dan mencari waktu untuk latihan Short Game anda. Di fase ini jugalah anda mulai menemukan swing yang bener2 cocok dengan anda. Yang selalu anda maafkan ketika dia mengecewakan anda sewaktu bermain di lapangan. Yang menjadi andalan anda untuk berpartisipasi dalam kompetisi yang sesungguhnya.

Saya masih ingat sewaktu menjalankan fase yang ini. Terus menerus melakukan experiment swing, shortgame dan course strategy. Saya punya dua swing pada waktu itu. Yang satu untuk stik Woods, dan yang satu untuk stik Iron. Sampai sekarang saya masih bingung kenapa saya seperti itu. Punya dua swing bukanlah sesuatu yang ideal. Karena Golf itu permainan yang menyederhanakan sesuatu yang kompleks. Bukan sebaliknya. Sampai pada akhirnya saya menemukan tempo swing yang cocok dengan tubuh saya. Dan saya pun mengalami kemajuan.

Di fase ini juga saya udah mulai berani ikut tournament kecil2an. Well u know,.. If u win, u get a sum of money. Lumayan pada waktu itu buat jajan. Di tambah lagi beberapa hadiah yang saya dapat dan tidak saya butuhkan yang kemudian saya jual. Berkompetisi, entah bagaimana pun lah bentuknya, dapat mengasah permainan Golf anda. Yang saya rasakan sih seperti itu. Kita di buat berfikir dan berfikir secara konstan untuk keluar dari masalah yang kita hadapi. Karena didalam Golf, seperti dalam kehidupan, pasti akan menemukan masalah. Apabila kita berhasil keluar dari masalah itu dan ditambah dengan “hadiah”, maka kita akan menjadi semakin kreatif 😀 bener nggak?

Saran saya untuk mereka yang berada di fase ini adalah menjalankan proses nya. Saya berhasil keluar dari fase ini karena saya punya banyak waktu untuk bermain Golf. Dan juga sering ikut Tournament akan menambah insting anda dalam mengurangi jumlah pukulan. Sering sering lah berkompetisi, dan belajar dari kesalahan. Terutama kesalahan saya 😀

Flight A

Saya berhasil masuk ke zone ini sejak kelas 2 SMU. Kalo Flight A ini di ibaratkan sebuah kerajaan, makan Bapak saya lah Raja nya. Beliau mendominasi di Flight ini. Ampun deh. Mereka yang berada di zona ini adalah mereka yang mempunyai kontrol penuh terhadap permainan Golf. Baik itu jarak pukulan, maupun mental bertanding. Mereka di sini sudah bisa mengukur permainan masing2 lawannya. Mereka disini juga sangat hemat pukulan. Yang mereka peduli dan selalu mereka latih hanya short game saja. Flight ini juga di sebut single handicap. Biasanya kalo udah berada di flight ini, handicap itu udah nggak di perhitungkan lagi. Semua udah di pukul rata.

Hasil kerja keras anda akan berasa di Flight ini. Mereka yang single handicap pasti mengerti apa yang saya maksud. Anda sudah menjalankan semua prosesnya. Dan anda sudah menaklukkan diri anda sendiri. Anda jadi semakin menikmati permainan Golf.

Kira kira seperti itulah fase dalam bermain Golf. Ini versi saya aja yah, setiap orang bisa saja mempunyai fase yang berbeda. Akan tetapi secara garis besar, hampir bisa dibilang sama. Saya masih bermain Golf sampai dengan saat postingan ini saya buat. Golf udah menjadi bagian dari saya sejak kecil, jadi agak sulit juga untuk meninggalkannya.

Fakta saya dan Golf

  • Belum pernah sekalipun bisa mengalahkan Bapak saya. He eh, sekali pun. Beliau selalu saja satu pukulan lebih sedikit dibanding saya. Menyebalkan memang, tapi juga kenyataan,..
  • Baru mau ke Driving Range setelah saya berada di Flight A. Sebelum itu, saya jalani semua proses Golf di lapangan Golf.
  • Nggak make sarung tangan Golf kalo lagi maen,..
  • Stik Golf Iron pertama saya King Cobra Norman Series, sumpah tu stik kacrut mampus. Karena nggak ada duit buat beli baru, saya make stik itu kurang lebih 4 tahun.
  • Pernah Vacum bermain Golf kurang lebih 4 tahun. Akan tetapi tidak ada perubahan yang signifikan karena saya mulai bermain sejak kecil.
  • Saya kidal, akan tetapi menggunakan stik untuk orang tangan kanan.

Iklan

7 comments

  1. apakah benar pernyataan bahwa handicap lebih rendah lebih berat?, menurut saya, kalau kita jujur dan bener menghitungnya, baik handicap kecil maupun handicap besar sama beratnya. menurut saya handicap adalah wahana untuk kesetaraan, wahana untuk mempersamakan kemampuan, jadi jika ada handicap besar yg menang tidak boleh dong ada komentar: “dia handicap-nya besar, jadi mudah saja di menang!”
    ada komentar balik?

    1. setuju dengan handicap sebagai wahana untuk kesetaraan. Handicap lebih rendah lebih berat? hmm kok rasanya aneh yah…
      Saya setujunya kalo handicap lebih rendah, berarti ruang untuk kesalahan lebih sedikit..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s